✍🏻 Penulis: Khilmi Arif , Anggota MPID PCM Dau Menjadi anggota Muhammadiyah itu memang berat. Berat bukan karena rapat yang panjang atau urusan kalender hijriah yang kadang bikin kita lebaran “beda sendiri”, tetapi karena ada beban sejarah dan ideologi yang melekat kuat: Teologi Al-Ma’un. Sejak awal, Kiai Ahmad Dahlan tidak mendidik muridnya hanya untuk pandai membaca ayat, tetapi memaksa mereka turun ke jalan, mencari fakir miskin, memberi makan orang lapar, dan menghadirkan Islam dalam tindakan nyata ( Sukma Jaya, 2026 ). 📖 Tulisan Sukma Jaya yang dimuat di laman Progresmu.id ( 06/02/2026) itu menarik diperbincangkan, bisa jadi hal tersebut memang terjadi di banyak daerah dan cabang Muhammadiyah di Indonesia. Bukan hanya menyindir tapi langsung to the point dalam mengingatkan warga Muhammadiyah untuk introspeksi diri. Oleh karenanya, ketika hari ini ada warga Muhammadiyah, termasuk yang aktif di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yang kering empati dan pelit kepedu...