NGASEM di Padepokan HW Dau Malang Malang – Sebuah kata dalam Al-Qur’an terkadang dibaca begitu saja, padahal di baliknya tersimpan makna yang sangat dalam. Itulah pengalaman yang dirasakan jamaah Ngaji Rutin Senin Malem (NGASEM) di Padepokan Hizbul Wathan Dau, Kabupaten Malang, Senin (13/7/2026), bersama Ust. Insan Muhtadawan. Berbeda dengan pengajian pada umumnya, NGASEM tidak mengkaji ayat demi ayat secara berurutan, juga tidak semata-mata mengangkat satu tema tertentu. Kajian ini memilih menelusuri satu istilah dalam Al-Qur’an secara mendalam. Dari satu kata, jamaah diajak menelusuri ayat-ayat lain yang menggunakan istilah sepadan maupun yang memiliki kedekatan makna, sehingga Al-Qur’an seolah menjelaskan dirinya sendiri. Karena itu, meskipun dalam satu pertemuan hanya membahas satu istilah, keluasan wawasan yang diperoleh justru sangat kaya. Pada pertemuan kali ini, istilah yang menjadi pintu masuk perenungan adalah iṣr , sebagaimana termaktub dalam doa penutup Surah Al...
Setiap kali mendengar kisah tentang Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berkembang pesat, perhatian kita hampir selalu tertuju pada hasil akhirnya. Ada sekolah yang semakin diminati masyarakat, klinik yang pelayanannya semakin baik, masjid yang semakin hidup, atau lembaga sosial yang manfaatnya semakin luas. Namun, di balik setiap AUM yang bertumbuh, ada satu pertanyaan yang menarik untuk direnungkan bersama: sesungguhnya dari mana sebuah kemajuan itu dimulai? Apakah semuanya bermula dari kecukupan dana? Dari banyaknya aset? Dari lokasi yang strategis? Ataukah justru dari sesuatu yang sering luput kita perhatikan, yaitu kualitas kepemimpinan di dalam Persyarikatan itu sendiri? Pertanyaan ini menjadi menarik karena kita menyaksikan kenyataan yang beragam. Ada PCM yang mampu melahirkan berbagai AUM yang maju, sementara ada pula PCM yang memiliki jumlah warga, aset, bahkan potensi yang tidak jauh berbeda, tetapi pertumbuhan AUM-nya berjalan lebih lambat. Tentu setiap daerah memi...