Pembuka Beberapa waktu lalu, di tengah sebuah pengajian, saya ditanya oleh seorang jamaah yang duduk di samping saya. Beliau bisa dikatakan masih baru dalam ber-Muhammadiyah. Pertanyaannya sebenarnya bukan hal baru—bahkan pertanyaan yang dulu pernah saya ajukan sendiri ketika masih muda. Pertanyaannya kurang lebih begini: Apakah seseorang yang sholat menggunakan qunut bisa dikatakan bukan orang Muhammadiyah Apakah sholat Id tanpa takbir tambahan berarti bukan Muhammadiyah? Bagaimana dengan beberapa daerah yang warga Muhammadiyah-nya tidak menggunakan takbir tambahan tersebut Bagaimana dengan mereka yang masih menghalalkan bunga bank, padahal berbeda dengan keputusan Muhammadiyah? Bagaimana dengan poligami? Perbedaan-perbedaan praktik di kalangan warga Muhammadiyah seperti ini sering kali dijadikan pemicu untuk memberi label kepada sesama warga Muhammadiyah sebagai “bukan Muhammadiyah”. Soal Identitas Mengenai perbedaan praktik keagamaan tersebut, pernah saya tanyakan kepada dua guru sa...
Ibadah Berdalil, Organisasi Bertata: Menyelami Tanawwu’ fil Ibadah dan Dinamika Pemikiran Ber-Muhammadiyah
Ibadah Berdalil, Organisasi Bertata: Menyelami Tanawwu’ fil Ibadah dan Dinamika Pemikiran Ber-Muhammadiyah Oleh: Sukma Jaya "Muhammadiyah itu pandai berbaris tapi susah diajak kumpul, sementara NU pandai berkumpul tapi susah diajak baris." Seloroh yang sering terdengar di meja kopi aktivis ini bukan sekadar guyonan. Bagi Muhammadiyah, "pandai berbaris" adalah representasi kekuatan sistem, ketaatan pada aturan, dan kerapian nomenklatur. Namun, rahasia besar Muhammadiyah mampu melintasi zaman selama lebih dari satu abad bukan hanya karena ia dikelola sebagai perkumpulan, melainkan sebagai sebuah "Barisan Ibadah." Tanawwu’ fil Ibadah: Keragaman dalam Koridor Dalil Sebagai gerakan tajdid (pembaruan), Muhammadiyah percaya bahwa ibadah adalah pengabdian yang memiliki "legalitas" wahyu yang jelas. Di sinilah konsep Tanawwu’ fil Ibadah—keragaman cara beribadah—menjadi sangat krusial. Seringkali orang salah memahami, menganggap keragaman berarti ...