Sholat Idul Fitri dan Idul Adha bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi juga syiar besar Islam yang sarat makna spiritual dan sosial. Cara pelaksanaannya pun memiliki dasar yang kuat dalam sunnah Nabi Muhammad SAW. Di tengah dinamika umat hari ini, menghidupkan kembali sholat Id di tanah lapang menjadi bagian dari upaya meneguhkan Islam berkemajuan, Islam yang kembali pada sumber otentik sekaligus menghadirkan kemaslahatan luas. Merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang terjemahannya: “Rasulullah SAW keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju mushalla (lapangan).” Hadits ini berstatus muttafaq ‘alaih, derajat tertinggi dalam kesahihan. Dikuatkan pula oleh riwayat dari Ummu Atiyyah, yang artinya: “Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk keluar (ke lapangan) pada hari Idul Fitri dan Idul Adha…” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim). Bahkan perempuan, termasuk yang sedang haid, dianjurkan hadir untuk menyaksikan syiar tersebut. Sebaliknya, riwayat sholat Id d...