Ngaji Rutin PRM Gadingkulon: Menggali Hikmah Surah Al-Baqarah 25–26 dari Janji Surga hingga Perumpamaan Nyamuk
Gadingkulon, Dau — Kegiatan Ngaji Rutin Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gadingkulon kembali digelar pada Sabtu malam, 02 Mei 2026. Bertempat di kediaman Bapak Nono, Dusun Sempu, pengajian yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah jamaah ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme.
Pada kesempatan kali ini, kajian difokuskan pada tafsir Surah Al-Baqarah ayat 25–26. Ayat ke-25 menguraikan kabar gembira bagi orang-orang beriman berupa balasan surga dengan kenikmatan yang tidak terbayangkan. Para jamaah diajak merenungi bahwa iman dan amal saleh tidak akan pernah sia-sia, karena Allah telah menyiapkan balasan terbaik bagi hamba-Nya yang taat.
Sementara itu, ayat ke-26 menghadirkan perenungan yang lebih mendalam melalui perumpamaan makhluk kecil, yakni nyamuk (Mosquito). Dalam diskusi yang berkembang, disampaikan bahwa Allah tidak segan menggunakan makhluk sekecil apa pun sebagai perumpamaan, karena di baliknya tersimpan hikmah dan pelajaran besar. Orang beriman akan melihatnya sebagai kebenaran, sedangkan mereka yang hatinya tertutup justru mempertanyakannya dan tersesat dalam keraguan.
Menariknya, kajian juga menyinggung sisi ilmiah dari penciptaan nyamuk. Jamaah diajak memahami bahwa makhluk kecil ini memiliki sistem biologis yang kompleks serta peran dalam ekosistem, sehingga semakin meneguhkan keyakinan bahwa tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia. Hal ini memperkaya pemahaman tafsir dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Selain itu, pembahasan tentang “orang fasik” dalam ayat tersebut menjadi refleksi penting. Disampaikan bahwa kesesatan bukanlah tanpa sebab, melainkan berawal dari sikap meremehkan kebenaran dan menolak petunjuk. Dengan demikian, perumpamaan dalam Al-Qur’an sejatinya menjadi ujian bagi hati manusia, apakah ia menerima dengan iman atau menolak dengan kesombongan.
Kegiatan Ngaji Rutin ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu, tetapi juga mempererat ukhuwah antarwarga Muhammadiyah di Gadingkulon. Dengan suasana kekeluargaan yang hangat, jamaah berharap kegiatan ini terus istiqamah dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Pengajian ditutup dengan doa bersama, memohon agar ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi jalan menuju keberkahan dan keselamatan dunia-akhirat. (Hilmi)

Komentar
Posting Komentar