Langsung ke konten utama

Semangat Menuntut Ilmu Tak Lekang oleh Usia: Ketua PCM Dau Raih Gelar Magister di UMM

 


Malang — Semangat menuntut ilmu kembali ditunjukkan oleh kader Muhammadiyah yang patut menjadi inspirasi bersama. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau, Kabupaten Malang, Sukma Jaya, S.Ag., resmi meraih gelar Magister Pendidikan Agama Islam (M.Pd) dari Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).


Prosesi wisuda dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di Dome UMM. Dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan, Sukma Jaya mengikuti rangkaian wisuda bersama para lulusan lainnya, setelah berhasil menyelesaikan studi magister selama empat semester.


Keberhasilan ini bukan sekadar capaian akademik, melainkan juga simbol kuat bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan. Di tengah kesibukannya sebagai pimpinan Persyarikatan, ia tetap mampu menunjukkan komitmen tinggi terhadap pengembangan diri melalui pendidikan formal.


“Kuliah S2, bahkan S3, tidak memandang usia dan jabatan. Siapapun yang memiliki kemampuan dan kesempatan, sebaiknya menempuhnya. Dari proses itulah pola pikir kita terbentuk dan semakin matang,” ungkapnya.


Ia juga menegaskan bahwa bagi aktivis Muhammadiyah, pendidikan bukan hanya tentang gelar, tetapi bagian dari ikhtiar mencetak kader yang berilmu, berwawasan luas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan Persyarikatan.


Capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi warga Muhammadiyah, khususnya generasi muda maupun para pimpinan, untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui jalur pendidikan. Dalam era yang semakin kompleks, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan dakwah dan sosial kemasyarakatan.


Selamat dan sukses atas diraihnya gelar Magister Pendidikan Agama Islam kepada Sukma Jaya, S.Ag., M.Pd. Semoga ilmu yang diperoleh membawa keberkahan, memperkuat kiprah dalam Persyarikatan, serta menjadi inspirasi bagi seluruh warga Muhammadiyah untuk terus menuntut ilmu sepanjang hayat.


Kontributor: Khilmi Arif

Komentar