Merawat Gaya Sentripetal Iman di Bulan Syawal
Sukma J
Beberapa hari lalu, kita baru saja meninggalkan madrasah agung bernama Ramadhan. Kita telah melatih jiwa, menundukkan syahwat, dan membasahi lisan dengan zikir. Namun, kini kita memasuki bulan Syawal—bulan yang berarti "peningkatan", namun sering kali menjadi titik balik di mana grafik ibadah kita justru menurun.
Dalam perenungan dunia sains, kehidupan kita sering kali terjebak dalam apa yang disebut Gaya Sentrifugal.
Bayangkan sebuah benda yang berputar sangat kencang. Semakin cepat putarannya, muncul gaya yang mendorong benda itu untuk terlempar keluar, menjauh dari pusatnya. Apalagi bila benda yang diputar semakin berat, maka potensi terlemparnya semakin jauh. Begitu jugalah dunia setelah Ramadhan. Kesibukan kerja, ambisi materi, dan godaan ego kembali berputar kencang di hadapan kita. Jika kita tidak waspada, gaya sentrifugal duniawi ini akan melempar jiwa kita jauh dari Pusat Kesucian (Fitrah) yang baru saja kita raih.
Allah SWT telah mengingatkan bahaya tarikan dunia yang melalaikan ini dalam firman-Nya:
أَلْهَىٰكُمُ التَّكَاثُرُ
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu." (QS. At-Takatsur: 1)
Ayat ini menggambarkan bagaimana "putaran" duniawi yang berlebihan membuat jiwa kita terlempar (alhaakum) dari kesadaran akan hakikat diri.
Ramadhan kemarin sesungguhnya adalah laboratorium untuk menciptakan Gaya Sentripetal.
Gaya sentripetal adalah kekuatan yang menarik benda kembali ke pusat, menjaga agar ia tetap stabil dalam orbitnya. Selama sebulan penuh, kita dilatih untuk menarik diri dari godaan luar. Kita menarik diri dari makanan yang halal demi ketaatan, kita menarik diri dari amarah, dan kita memusatkan perhatian hanya kepada Allah. Tujuannya satu: agar jiwa kita kembali "lekat" pada Fitrah-Nya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum: 30:
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah di atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu."
Perintah "Faqim wajhaka" (hadapkan wajahmu secara lurus) adalah perintah untuk menciptakan gaya sentripetal spiritual. Kita diminta memusatkan seluruh orientasi hidup kita kembali ke titik nol, kembali ke kesucian asal manusia yang bertauhid.
Pertanyaannya, setelah Ramadhan berlalu, apakah tali sentripetal itu akan kita putus?
Banyak di antara kita yang setelah Idul Fitri justru membiarkan gaya sentrifugal kembali dominan. Masjid mulai renggang, Al-Qur'an mulai berdebu, dan lisan kembali tajam. Kita kembali "terlempar" ke tepian, jauh dari ketenangan batin.
Esensi dari peningkatan di bulan Syawal adalah menjaga agar Gaya Sentripetal Iman tetap lebih kuat daripada Gaya Sentrifugal Nafsu. Caranya adalah dengan menjaga amal yang kontinu (istiqomah), sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
(HR. Muslim)
Ibadah yang kecil namun rutin di bulan Syawal—seperti puasa enam hari, menjaga salat berjamaah, atau sedekah harian—adalah kabel-kabel baja yang mengikat jiwa kita. Seberapa pun kencang cobaan hidup menarik kita ke luar, tali sentripetal ini akan menjaga kita tetap "terpusat" pada fitrah ketaatan.
Marilah kita jadikan Syawal ini sebagai pembuktian bahwa pusat gravitasi hidup kita hanyalah Allah. Jangan biarkan diri kita terlempar kembali ke masa lalu yang kelam. Semoga Allah senantiasa menguatkan tarikan iman di hati kita, sehingga kita tetap stabil dalam orbit ketaatan hingga akhir hayat.
Sebagai penutup, marilah kita sadari bahwa iman manusia memang bersifat fluktuatif. Kadang semangat, kadang jenuh. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً
"Sesungguhnya bagi setiap amal ada masa semangatnya, dan bagi setiap masa semangat ada masa jenuhnya (futur)." (HR. Ahmad)
Masa futur atau jenuh adalah saat gaya sentrifugal duniawi mulai mendominasi. Syawal adalah ujian pertama kita: apakah kita akan membiarkan masa jenuh ini melempar kita keluar dari orbit, atau kita lawan dengan kembali memperkuat zikir dan amal saleh sebagai penarik ke pusat.

Komentar
Posting Komentar