Langsung ke konten utama

Menanamkan Nilai Disiplin Puasa pada Anak di Rumah

 

Disiplin sering kali terdengar seperti kata yang kaku dan penuh aturan. Namun di bulan Ramadhan, disiplin justru hadir dalam bentuk yang lebih hangat dan bermakna. Ia tidak dipaksakan dengan ancaman, melainkan dibangun melalui kesadaran ibadah. Di dalam rumah, anak-anak belajar bahwa kehidupan memiliki ritme dan keteraturan, dan dari situlah tanggung jawab pribadi mulai tumbuh.

Mari kita perhatikan Firman Allah yang tertuang dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 187 yang artinya “…Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam…”. Penggalan ayat ini menunjukkan bahwa puasa memiliki batas waktu yang tegas. Ada awal, ada akhir, ada aturan yang harus ditaati. Dari sini anak belajar bahwa kebebasan bukan berarti tanpa batas. Justru dalam aturan itulah nilai pendidikan terbentuk.

Bangun sahur tepat waktu, menahan diri hingga maghrib, melaksanakan shalat tarawih, dan menjaga ibadah harian, semua itu adalah latihan kedisiplinan yang konkret. Anak yang terbiasa bangun lebih awal untuk sahur sedang belajar mengalahkan rasa malas. Anak yang tetap menyelesaikan tugas sekolah meski sedang berpuasa sedang belajar tanggung jawab.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menegaskan bahwa disiplin bukan tentang banyaknya amal dalam satu waktu, tetapi tentang konsistensi. Di sinilah peran orang tua menjadi sangat penting. Disiplin tidak cukup hanya dengan perintah, tetapi membutuhkan keteladanan. Jika orang tua menjaga shalat tepat waktu dan konsisten membaca Al-Qur’an, anak akan menyerap pesan itu secara alami.

Ramadhan juga menjadi momen untuk melatih disiplin emosional. Tidak mudah menahan lapar dan dahaga, apalagi bagi anak-anak. Namun dengan pendampingan yang bijak, mereka belajar bahwa ketidaknyamanan bukan alasan untuk marah atau menyerah. Di sinilah pendidikan karakter bertemu dengan pendidikan disiplin.

Jika nilai disiplin berhasil ditanamkan selama Ramadhan, dampaknya tidak berhenti pada bulan itu saja. Ia akan terbawa dalam kebiasaan belajar, dalam etos kerja, dan dalam tanggung jawab sosial anak di masa depan. Ramadhan pun menjadi bukan sekadar bulan ibadah, tetapi sekolah kehidupan yang melatih keteraturan dan konsistensi sejak dini.


Penulis: Khilmi Arif

Komentar